Mekanisme reaksi adisi elektrofilik pada senyawa organik tidak jenuh
KIMIA ORGANIK II
Reaksi adisi adalah reaksi penggabungan dua atau lebih
molekul menjadi sebuah molekul yang lebih besar dengan disertai berkurangnya
ikatan rangkap dari salah satu molekul yang bereaksi akibat adanya
penggabungan. Reaksi ini terjadi pada hidrokarbon tak jenuh yang terlibat
memiliki ikatan rangkap.
Tiap dari reaksi diatas adalah reaksi adisi. Dalam tiap
kasus, suatu pereaksi diadisikan kepada alkena, tanpa terlepasnya atom-atom
lain. Karakteristik utama senyawa tak - jenuh ialah adisi pereaksi kepada
ikatan – ikatan phi.
Dalam suatu reaksi adisi suatu alkena, ikatan pi
terputus dan pasangan elektronnya
digunakan untuk membentuk dua ikatan sigma baru. Atom karbon sp2 di
rehibridisasi menjadi sp3. Senyawa yang mengandung ikatan pi
biasanya berenergi lebih tinggi dari pada senyawa yang sepadan yang hanya
mengandung hanya ikatan sigma; oleh karena itu suatu reaksi adisi biasanya
eksoterm.
Pada umumnya, ikatan rangkap karbon – karbon tidak diserang
oleh nukleofil karena tidak memiliki atom karbon yang positif parsial untuk
dapat menarik nukleofil. Namun, electron pi yang tak terlindungi dalam ikatan
rangkap karbon-karbon, akan menarik elektrofil (E+) seperti H+.
Oleh karena itu banyak reaksi alkena dan alkuna diawali dengan suatu serangan
elektrofilik, suatu tahap reaksi yang menghasilkan sebuah karbokation. Kemudian
karboation itu diserang oleh sebuah elektrofilik dan menghasilkan produk.
1.
Reaksi Adisi dengan Halogen
Alkena mudah megadisi klorin atau bromine. Adisi
bromine dapat dijadikan uji kimia untuk melihat ketidak jenuhan pada senyawa
organic. Contoh:
2.
Reaksi Adisi dengan Asam
Berbagai asam mengadisi ikatan rangkap alkena.
Ion hidrogen atau (proton) mengadisi satu karbon pembawa ikatan rangkap, dan
sisa asamnya akan terhubung dengan atom karbon lainnya. Asam yang mengadisi
dengan caraini adalah halide-halida hidrogen (HF,HCl, HBr, HI) dan asam sulfat
( H-OSO3H). contohnya yaitu:
3.
Adisi Air
Jika ada katalis asam, air akan mengadisi
alkena. Air akan mengadisi sebagai H-OH, dan produnya adalah suatu alcohol.
Contoh :
Mekanisme
Adisi Elektrofilik
Electron pi pada ikatan rangkap lebih terpapar pada reagen
penyerang dari pada electron sigma. Ikatan π juga lebih lemah dari pada
ikatan σ. Jadi, electron pi inilah yang
terlibat dalam adisi pada alkena. Ikatan rangkap dapt bertindak sebagi pemasok
electron pi pada reagen pencari-elektron.
Reaktan polar dapat digolongkan baik sebagai elektrofili
(electrophile) atau nukleofuil (nucleophile).
Elektrofilik ( secara harfiah, pencinta electron) ialah reagen yang
miskin-elektron; dalam reaksinya dengan molekul lain, reagen ini mencari
electron. Elektrofili sering berupa ion positif (kation) atau spesies yang
kekurangan electron. Sebaliknya, nukleofili (secara harfiah, pencinta
nukleius), bersifat kaya electron; mereka membentuk ikatan dengan menyumbangkan
elektronnya pada nukleofil.
PERMASALAHAN:
1. Jelaskan pengikatan dalam karbokation dari segi orbital?
2.
Mengapa karbokation yang di hasilkan pada mekanisme reaksi di atas sangat
reaktif?
3.
Bagaimana reaksi mekanisme bila suatu molekul Br2 menghampiri ikatan phi dari
suatu alkena?
BalasHapusBaiklah saudari rini , saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang kedua yaitu Mengapa karbokation yang di hasilkan pada mekanisme reaksi di atas sangat reaktif?
karbokation yang dihasilkan ini sangat reaktif karena jumlah elektronnya yang hanya enam ( bukan seperti biasanya, delapan) di seputar karbon positif. Karbokation dengan cepat bergabung dengan spesies yang dapat memasoknya dengan dua electron, yaitu nukleofili.
Baiklah saudari rini saya akan mencoba menjawab permasalahan anda nomer pertama
BalasHapus1. Karena karbokation terlibat dalam reaksi adisi nukleofilik pada alkena, kita perlu memahami pengikatan zat kimia intermediet ini. Jelaskan pengikatan dalam karbokation dari segi orbital?
Jawab: atom karbon bermuatan positif dan karenanya hanya tiga elektrron valensi yang digunakan dalam pengikatan. Masing-masing electron ini berada dalam orbital sp2. Ketiga sp2 terletak pada suatu bidang dengan sudut 120áµ’ diantaranya. Susunan orbital ini meminimumkan tolakan diantara electron-elektron di kettiga ikatan. Orbital p sisanya tegak lurus pada bidang dan tak terisi.
baiklah saudari rini , saya akan menjawab permasalahan anda yang ketiga yaitu Bagaimana reaksi mekanisme bila suatu molekul Br2 menghampiri ikatan phi dari suatu alkena, jadi apabila molekul Br2 menghampiri ikatan phi Maka ikatan Br----Br menjadi terpolarisasi: Brᵟ+---- Brᵟ+ . atom Br yang terdekat dengan ikatan pi membentuk muatan positif parsial dan demikian menjadi elektrofili, sementara atom Br lainnya membentuk muatan negatif parsial dan menjadi nukleofil, semoga membantu
BalasHapus