pembentukan disakarida dan polisakarida
KIMIA ORGANIK II
PEMBENTUKAN DISAKARIDA DAN POLISAKARIDA

Ikatan antara molekul monosakarida yang satu dengan yang lainnya terjadi antara gugus alkohol pada atom C ke-4 molekul yang satu (II) dengan gugus aldehida pada atom C ke -1 molekul monosakarida dengan yang lain.Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan polisakarida struktural. Polisakarida simpanan berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika dibutuhkan akan dihidrolisis untuk memenuhi permintaan gula bagi sel. Sedangkan polisakarida struktural berfungsi sebagai materi penyusun dari suatu sel atau keseluruhan organisme.
Disakarida adalah suatu oligosakarida yang paling banyak terdapat di alam. Oligosakarida merupakan polimer dengan derajat polimerisasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari dua molekul disebut sakarida. Disakarida merupakan kelompok karbohidrat yang tersusun dari dua unit monosakarida. Unit monosakarida penyusun disakarida itu dapat berasal dari unit yang sama atau berbeda. Ikatan antara unit monosakarida dalam pembentukan disakarida disebut ikatan glikosida. Salah satu contoh reaksi pembentukan disakarida adalah sebagai berikut :
Catatan tentang
Identifikasi Polisakarida
PEMBENTUKAN DISAKARIDA DAN POLISAKARIDA
KEMAMPUAN
ORGANIK PRAKTIS
Polisakarida
adalah senyawa dimana molekul-molekulnya mengandung banyak satuan monosakarida
yang dipersatukan dengan ikatan glikosida, mempunyai massa molekul tinggi dan
tidak larut dalam air atau hanya membentuk emulsi saja. Hidrolisis lengkap akan
mengubah polisakarida menjadi monosakarida (heksosa).Ikatan antara molekul monosakarida yang satu dengan yang lainnya terjadi antara gugus alkohol pada atom C ke-4 molekul yang satu (II) dengan gugus aldehida pada atom C ke -1 molekul monosakarida dengan yang lain.Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan polisakarida struktural. Polisakarida simpanan berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika dibutuhkan akan dihidrolisis untuk memenuhi permintaan gula bagi sel. Sedangkan polisakarida struktural berfungsi sebagai materi penyusun dari suatu sel atau keseluruhan organisme.
Disakarida adalah suatu oligosakarida yang paling banyak terdapat di alam. Oligosakarida merupakan polimer dengan derajat polimerisasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari dua molekul disebut sakarida. Disakarida merupakan kelompok karbohidrat yang tersusun dari dua unit monosakarida. Unit monosakarida penyusun disakarida itu dapat berasal dari unit yang sama atau berbeda. Ikatan antara unit monosakarida dalam pembentukan disakarida disebut ikatan glikosida. Salah satu contoh reaksi pembentukan disakarida adalah sebagai berikut :
C6H12O6
+ C6H12O6
C12H22O12
+ H2O
(monosakarida)
(disakarida)
Beberapa jenis disakarida yang penting adalah laktosa, sukrosa, dan maltosa.
Disakarida
: terdiri dari 2
monosakarida
*
Sukrosa
: glukosa + fruktosa
*
Laktosa
: galaktosa + glukosa
*
Maltosa
: glukosa + glukosa
Sebagian besar
polisakarida tidak larut atau sedikit larut dalam air dingin,
tidak larut
dalam alkohol dingin dan eter, dan jarang memiliki titik leleh.
Hanya inulin
meleleh pada sekitar 178 ° (Desember) setelah pengeringan pada 130 °.
Pati. Beberapa
centigrams dioleskan ke krim tipis dengan air dingin
dan kemudian
secara bertahap diaduk menjadi 100 ml. air mendidih larut untuk memberi
solusi yang
hampir jelas. Ini memberi warna biru dengan encer
larutan yodium
dalam larutan kalium iodida, untuk sementara dihilangkan warna
oleh panas atau
oleh jejak alkali bebas, tetapi dikembalikan pada pendinginan atau setelah
diasamkan.
Ini
dihidrolisis dengan merebus dengan asam hidroklorat encer untuk memberi
produk
(sebagian besar glukosa) yang mengurangi larutan Fehling.
Selulosa. Ini
tidak larut dalam air, panas dan dingin. Ini larut dalam
solusi pereaksi
Schweitzer (hidroksida tembaga yang diendapkan dicuci)
bebas dari
garam dan kemudian dilarutkan dalam larutan amonia terkonsentrasi),
dari mana ia
diendapkan oleh penambahan asam encer. Selulosa
tidak
dihidrolisis oleh asam hidroklorat encer.
Inulin.
Polisakarida ini meleleh dengan penguraian sekitar 178 °.
Ini tidak larut dalam dingin tetapi mudah larut dalam air panas memberikan yang jelas
larutan yang cenderung tetap jenuh. Itu tidak mengurangi
Solusi Fehling. Inulin tidak memberi warna dengan larutan yodium.
Glikogen. Ini mudah larut dalam air menjadi sangat opalescent
solusi; opalescence tidak dihancurkan oleh penyaringan, tetapi dihapus
dengan penambahan asam asetat. Glikogen memberi warna anggur dengan
solusi yodium; pewarnaan menghilang saat pemanasan dan muncul kembali
pendinginan. Senyawa itu tidak mengurangi solusi Fehling: atas
mendidih dengan glukosa asam encer diproduksi dan solusi yang dihasilkan,
ketika dinetralkan, oleh karena itu mengurangi solusi Fehling.
Disakarida dan Polisakarida: Bagian 14.5
Selain kelompok asetal dan alkohol, chitin mengandung amida. Ini
kelompok tidak bersifat asam atau tidak mendasar.
Heparin mengandung alkohol dan kelompok asetal serta sulfonat asam
kelompok asam dan karboksil.
pertanyaan
1. Bagaimana cara hidrolisis polisakarida menjadi monosakarida?
2. Mengapa Sebagian besar polisakarida tidak larut atau sedikit larut dalam air dingin?
3. apa perbedaan amilosa dan kitin
SAYA akan mencoba menjawab permasalahan ke-1
BalasHapusa. Sukrosa atau Gula Tebu
Sukrosa terdapat dalam buah, batang, dan biji yang manis pada tumbuhan tingkat tinggi. Sukrosa tersusun atas glukosa dan fruktosa. Hal ini terbukti pada proses hidrolisis menggunakan asam atau dengan enzim sukrase, dihasilkan glukosa dan fruktosa.
b. Laktosa atau Gula Susu
Laktosa (gula susu) terdapat pada air susu hewan mamalia. Laktosa tersusun atas glukosa dan galaktosa. Pada proses hidrolisis menggunakan asam atau enzim laktase, dihasilkan glukosa dan galaktosa.
c. Maltosa
Maltosa terdapat pada biji barli yang sedang berkecambah. Biji barli adalah sejenis padi-padian yangdigunakan sebagai bahan pembuat bird an wiski. Pada proses hidrolisis maltosa menggunakan asam atau enzim maltase, dihasilkan dua molekul glukosa.
baiklah, saya akan mencoba menjawab permasalahan ke-3, yakni mengankut perbedaan dari amilum dan kitin, pada dasarnya keduanya merupakan jenis atau temasuk kedalam polisakarida, yakni karbohidrat yang di bedakan berdasarkan jumlah unit gula dalam rantai, polisakarida sendiri memeiliki > 10 unit rantai gula monosakarida. dalam hal ini berbedaan mendasar dari amilum dan kitin adalah jika Kitin adalah polisakarida struktural yang digunakan untuk menyusun eksoskleton dari artropoda (serangga, laba-laba, krustase, dan hewan-hewan lain sejenis). Kitin tergolong homopolisakarida linear yang tersusun atas residu N-asetilglukosamin pada rantai beta dan memiliki monomer berupa molekul glukosa dengan cabang yang mengandung nitrogen. sedangkan amilum merupakan zat tepung yang tidak bercabang dan memiliki 24-30 residu glukosa. sekian :)
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan yang ke-2
BalasHapusJadi Berdasarkan penjelasan artikel di atas, dikatakan bahwa monosakarida dan disakarida mudah larut dalam air, sementara polisakarida sukar larut. Yang saudari tanyakan adalah kenapa polisakarida sukar larut dalam air, menurut saya hal tersebut dapat ditinjau dari banyaknya gugus gula atau jumlah atom karbon yang terdapat pada polisakarida. Monosakarida memiliki satu gugus gula dan disakarida memiliki 2 gugus gula sedangkan polisakarida lebih dari 6 gugus gula. Polisakarida memiliki banyak gugus gula sehingga molekulnya pun lebih kompleks dan menyebabkan ia sukar larut, berbeda dengan monosakarida dan disakarida yang memiliki gugus gula yang sedikit sehingga lebih mudah larut. Semakin banyak jumlah atom karbon maka semakin kuat ikatan atomya, itulah yang menyebabkan polisakarida tidak larut dalam air. senyawa polisakarida sukar larut dalam air karena polisakarida tersusun dari banyak unit monosakarida yang saling berhubungan melalui ikatan glikosida. apabila polisakarida dilarutkan dalam air maka akan membentuk koloid, sehingga polisakarida sukar larut dalam air. semoga membantu.